Just Go Bald, Kurosaki
▲ Back To Top
29th Post
Monday, January 4, 2010

Post edisi ini--entahlah, mungkin karena aku sedang keranjingan membaca novel terjemahan atau apa, tapi kadang-kadang aku ingin menulis dengan gaya seperti ini.

---

Tema pokok hari ini adalah; tentang kekurangan. Orang bijak selalu berkata, "Sebaik-baik seseorang adalah mereka yang mampu menghargai diri sendiri dan mau mengakui kekurangannya."

Dan kupikir; terkadang SANGAT PERLU mengakui kekurangan dan JUJUR terhadapnya.

Penilaian objektif memang datang dari orang lain, hei, tapi coba tebak--kalau soal kekurangan, kukira aku masih bisa menilai diriku sendiri. Manusia tidak ada yang sempurna, kau tahu, yang ada--manusia hanya mampu mencoba untuk menjadi sesempurna mungkin, sekuatnya.

So these are the list >>

1. Cuek (dalam hal-hal tertentu--dan dalam hal tertentu lainnya, aku bisa jadi SANGAT PEDULI)
Apakah ini sifat genetis? Sepertinya tidak. Atavisme? Hm, mari kita lihat. Nenek dan kakekku sama sekali bukan tipe orang yang bisa membiarkan orang lain kesusahan. Ayahku sangat, sangat, protektif terhadap anak-anaknya. Ibuku cerewet. Well, kupikir itu sudah cukup membuktikan bahwa sifat yang kumiliki murni anugerah dari-Nya, dan... those facts don't matter.

2. (Agak) Jorok
Kalau yang satu ini, aku benar-benar yakin 100%--ini sifat genetis, alias turunan dari ibuku (beliau bahkan mengakuinya sendiri--sumpah, aku tidak bohong)--untuk ukuran perempuan, aku termasuk jorok. Hanya kadarnya bisa dikategorikan belum parah-parah amat, sih. Setidak-tidaknya aku menunjukkan ke-jorok-anku HANYA di rumah. Aku tidak mengupil di jalan atau apa, please. Paling-paling hanya lupa mengembalikan handuk ke jemuran 3 hari berturut-turut sebelum akhirnya ibuku berteriak dari bawah, "Ke mana semua handuk-handuk yang kubeli?"
Aku jadi berpikir ulang. Benarkah itu termasuk.. jorok? Kupikir aku cuma teledor.

3. Pintar Berbohong
Aku kembali mempertanyakannya--apakah ini termasuk kekuranganku? Maksudku--tidak selalu kebohongan itu diartikan sebagai sesuatu berkonotasi negatif--tergantung penggunaannya. Sebuah kebohongan kecil mampu menyelamatkan banyak orang. Dan aku mempercayainya. Coba saja deh.

4. Pelupa
Semua manusia pasti punya saat-saat di mana kemampuan sel otak mereka untuk menyimpan data-data berkurang. Hanya saja, dalam kasusku--frekuensinya terjadi lebih banyak. Aku begitu cepat mendengarkan sesuatu, menangkapnya, menyimpannya di otakku untuk kemudian menguap tiba-tiba. Ini menyusahkan, terutama bagi orang-orang terdekatku.

5. Tidak mudah berpaling (in this case, I mean--love)
 Mendapat julukan playgirl, bagiku, lebih baik daripada punya pribadi macam ini--sulit melepaskan diri dari bayang-bayang orang lain. Serius nih, tapi aku termasuk tipe yang setia, dan bahkan meskipun orang itu sama sekali tak ingat aku, peduli setan denganku malah, aku akan tetap menyukainya.
Tunggu dulu.
Setelah kupikir, mendapat julukan playgirl juga tak ada untungnya.

6. Sangat suka bishounen
MASA BODOH DENGAN YANG SATU INI. Memangnya kenapa? Itu jelas-jelas urusan pribadiku. Sejauh ini tak ada lelaki yang mampu membuat aku berpikir hot, cute, cool, and awesome at the same time. Oh, satu keburukan yang kudapat dari sini; seleraku terhadap laki-laki jadi terlalu tinggi. Maaf.

------

0 Comments

welcome